Tampilkan postingan dengan label shitlife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shitlife. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2015

Hasil SBMPTN 2015 untuk saya...

Assalamuallaikum...
ahem tumben emang dah nyapa nya bener. Jadi sekarang itu hari Kamis tanggal 9 Juli 2015.
Ada yang istimewa hari ini? Buat beberapa milyar manusia di belahan bumi mungkin engga kali ya. Siapa elo gitu. Tapi buat para fresh graduate di Indonesia, lulusan 2015 apalagi, hari ini tuh hari yang kayak penentuan nasib. Ya, gitu deh kira-kira.

Jadi, selepas jam 5 tadi pasti uda banyak bertebaran di home line, path, ato ask.fm yang isinya ucapan selamat, kegembiaraan atau sebagainya soal hasil ujian SBMPTN 2015 mereka. Sebagian kecil lainnya cuma bisa mojok atau ngebatin "ya Allah belom rejeki gue ini..." Ada, yang begitu.
Gue salah satunya.

Gue buka web baru bisa jam 7, lagi bukber SD sama anak anak. Gue coba sampe lemes karena servernya down. Alhamdulillah bisa kebuka dari pengumuman di website UGM. Pas gue buka, gue deg-degan. Uda mencoba berpikir positif sebulan terakhir. InsyaAllah bisa ini Sastra Belanda UI

dan ternyata hasilnya adalah.....



tulisan JANGAN PUTUS ASA DAN TETEP SEMANGAT itu engga ngebantu banget huheuhe.
gue mau nangis, tp itu lg bukber, jadi selama bukber engga gue pikirin. trus abis bukber, sampe rumah gue nangis sesengukan. Gue nelpon Yanuar trus gatau mau ngmg apa. cuma nangis aja biar lega.

Detik itu gue ngerasa "yaampun kok gue bodoh banget ya? Ke Malang ga tebus, ISI Jogja engga lolos, Monbukagakusho gagal ditengah jalan pas kirim berkas, ke UI yang belajarnya engap juga gak masuk. Apa segini beratnya cobaan ya? Ditolak berkali-kali"

trus gue liat timeline isinya tmn tmn SMP gue pada keterima. Pada nyelametin, masuk UI jurusan hukum, biologi, farmasi. Ah keren keren lah pokoknya. Hahaha. Selamat dah buat mereka.

The time gue liat itu gagal ke empat kalinya, gue cuma bisa mingkem. Bingung mau begimana lagi. Kuliah tahun ini di swasta? Alhamdulillah uda keterima dengan beasiswa 75%. Sayangnya, belum tentu bisa nganggsur buat 1 tahun pertama kuliah disana. Kalo kerja? Kemana lagi? Ahahahah.

Pas gue nangis, gue masuk kamar trus gue sesenggukan depan bokap. Bokap cuma bilang pesan begini

Tandanya itu takdir, In. Bukan rejeki kamu disitu. Kamu kan udah coba yang penting, jalan hidup kamu masi panjang, masi bisa kuliah swasta kalau ada duit. Semua orang kan nasib nya beda-beda. Udah gapapa

Trus bokap gue molor. gue balik ke kamar, nyokap gue lagi ngoceh-ngoceh mampus-mampusing gue. Auk deh, mau ketawa miris aja susah. Hahaha.

So yah, gue bingung sekarang gimana.

GoedeAvond!


Nyoron

Sabtu, 20 Juni 2015

My Life in A Nutshell

Hello! /o/ Happy Ramadhan for us!

It's been a long long time ago since my last post here .__.), my bad. Maybe I have to back writing again since reality is a bit boring for me, recently. So, yes! I am no longer a student of 48 Vocational High School hehehe. Unfortunately, I didn't take Uni this year. I've tried my best with my SMPTN to Univ. Negeri Malang, DKV and Institut Seni Indonesia, D. Interior but they were'nt work as planned :D. I have no tempatation again to try other universities as I already be like "err, tahun depan aja deh" and here I'm now, strolling myself out of my comfortable land. (the next paraghraph will be using Bahasa)

Kemarin siang, setelah seminggu terakhir nyari-nyari lowongan dan hasilnya belom ada karena belom dipanggil, gue ikut walk-in interview Giordano di Kota Kasablanka sebagai Customer Associate (SPG). Gue cuma mikir "ah iseng-iseng berhadiah nunggu panggilan yang lain" etapi ternyata gue keterima dong! Hahaha, padahal kandidat lainnya lebih tinggi daripada gue loh, secara tinggi gue cuma 151 cm. alhamdulillah, emang rejeki kali ya?

Awalnya, gue ini getol banget ngirim aplikasi ke beberapa perusahan yang butuh Graphic Designer. sayangnya, di Jobstreet itu rata rata harus minimal S1. Tapi, gw tetep nekat aja dong ngirim. Sayangnya, Jobstreet itu proses nya lamaaaa banget dan gue udah gak betah nganggur di rumah apalagi bulan puasa yang cuma bisa bangun-tidur-nonton-tidur-bangun. Jadi, gue tarik lagi semua aplikasi gue di jobstreet kemarin karena udah keterima sebagai SPG ini.

I know, gue sendiri kaget. Menjadi seorang SPG (well,to be honest)  gak pernah gue bayangin sebelumnya karena field gue selalu behind the desk. Apalagi di otak gue jadi SPG itu harus tinggi, langsing, attractive, ya dan sebagainya. But I guess God really knows how much I need a job right now. Gue sumpah paling benci nganggur. Lagipula, jadi SPG keknya gak buruk buruk amat. Temen gue jadi SPB di The Goods Dept, sejak gue kenal sama dia, sekarang dia udah naik jadi Supervisor di The Goods Dept cabang PIM. It's all about career right? :)

Masalah kuliah, sebenernya ada satu lagi peluang gue yang gue engga tau sih hasilnya gimana. SBMPTN 2015. Gue SBMPTN itu bener bener persiapan cuma 30% karena gue resign juga baru beberapa hari sebelumnya. Gak ngerti apa itu TKPA, TKD Soshum yang amit amit geografinya susah banget. Lucunya, ketika orang orang getol banget bis amilih 1-3 universitas dan prodi berbeda, gue justru polosnya cuma milih 1 : Universitas Indonesia, Satsra Belanda. Kenapa terjun jauh dari dunia perdesainan? Karena menurut gue ada ilmu yang gak harus stuck di satu bidang aja. Toh gue SBMPTN make Bidikmisi jadi bebas biaya hahahahah.

Setelah ketolak ISI kemarin itu, gak tau deh. Rasanya gue diceburin ke realita yang pait banget #tsaah. Jadi kayaknya Tuhan tuh masi gak peduli seberapa keras usaha gue menempuh Jakarta-Jogja-Jakarta-Jogja (yes PP karena gue harus dateng ke peresmian Lenggang Jakarta yang dadakan), berapa banyak gue stres pas bimbingan, sampai akhirnya pas tes gue gak selesai coloring, well it hurt. Banget. Uang, tenaga, emosi semua udah kecurah buat ISI. Ketika gagal, gue mikir juga sih "oiya banyak kok anak-anak dari daerah dan pulau lain yang ke Jogja juga buat ngadu nasibnya. Bukan lo aja".

Well, that's all folks


Nyoron.

Senin, 12 Januari 2015

AN UGLY TRUTH OF BEING ME


I have a self esteem issue. I always feel insecure and constantly worry about what people may think about me. I hate myself whenever this bad trait comes over and cover my confident to be a “normal” person. When I said normal, it means that I want to be careless about unnecessary thing. But, I just can’t stand myself whenever I got any criticism. I became very sensitive and mad? I don’t know why.

People used to know me as a cheerful, active, and careless woman. Well, I wish I was like that but I am not. In fact, I’m a shy person (but thanks to my adaptable and curious traits which help me a lot). I don’t like being in a society/place/zone where I don’t get any notice (yeah.. now I’m sound like an egocentric human) that’s explain much why I usually find myself going anywhere alone. There’s just something soothing about being alone and no one bother you yet makes you fell like an alien, worst feeling ever. It also become the main reason why I seemed have a lot of friends but just go with the same person on weekend. I can count with my fingers how many person in my life is really important and know me well so they wouldn’t complain much whenever this sensitive side arises. And they’re really important for me.

But, insecure always be an insecure, rite? Eventho, I’ve said that I have only few people that finally understand me, I sometimes feel all alone. Like the best person in your life still left a hole in our heart, right?
Another point, I don’t like get any criticism, especially about my body. They mainly give a comments about my body size and my skintone. Hellooo, dear Gawd, If I could ask God how I want to be created, I wished I’m the one with fair skin and model-ish body. But we all can’t ask to do so. So, I try to change by myself. I do diets, workouts, endless jogging, crunches, sit-up, push-up, and so on. I also keep my skin as fair as I can. I know I can’t have such a Chinese’s fair skin like my mother and father race but keep it a healthy tan or middle tone. I’ve tried. Don’t say I’m not. But I started to feel those beauty marks-up tiring me out and shit. One time, a friend of mine said that I don’t gradually change like any puberty did on my other girl friends and I suddenly felt so mad and shame(?). Like, the hell he really knew my workouts and diets routine. Like, the hell he really knew how hard for me to change to be better.

I have a to-die-for bestfriend since we on same Junior High School. Her name’s Oche. We were just a usual teenagers we used to be. We weren’t famous, in one word: unoticeable. But things going different since we entered High School. Puberty, society, mentality changed us. Me? Still an ordinary person I used to be, on other side Oche really become so famous, prettier, noticeable, and many good things comes her way. And whenever I stand near her, I feel I’m just being her shadow. And I HATE to feel so. But I can’t blame her. Beside she’s my bestfirend, she doesn’t have a thing to be blame.

This self esteem issue really freaks me out. I know, it’s not a healty trait and people keep telling me “be grateful for what you have” I do, guys. I did. So, this is my ugly truth. Not a really impressive post for start a year right? I wish I’m not the only one who feel so.



cheers'


nyoron

Sabtu, 22 November 2014

This sh*tty life


Sejak malem, news feed BBM nggak jauh-jauh soal kenaikan BBM. Ada yang setuju, ada yang biasa aja (karena mereka make Sh*ll), ada yang marah-marah dan blame pemerintahan Jokowi, yang tersesat malah ngomongin soal UCL. So, i turned off BBM notifications and got to sleep late.

Besok pagi? Makin parah. Ada yang nggak tau harga premium naik. Ada yang (masih) sibuk berkoar dan menyalahkan pihak atas. Lama-lama gue gerah juga sama yang blabbering shits ini. So, here’s some of their opinions about gasoline price recently.

BBM naik kesel setengah mati. Harga rokok naik masih tetep selow
Besok ke sekolah gue jalan kaki aja dah
Besok beli minyak jelantah buat ganti premium
Ini nih janji Pak Presiden soal menyejahterahkan rakyat?! Ini namanya menginjak-injak rakyat sendiri

I laughed so hard like Godzilla when read the last comment. It came from my ex-teacher and he’s in university right now. Ini nih mahasiswa calon penerus bangsa? All I can assume is, his comment was very subjective, not objective.

Begini ya, terlepas dari gue pernah menjadi pendukung Jokowi saat Pemilu 2014 kemarin, masalah kenaikan premium ini nggak bisa di blame sepenuhnya ke pemerintahan Jokowi. To put it bluntly, dari dulu harga bbm kan naik, cepat atau lambat pasti harga BBM selalu punya ancang-ancang untuk naik. Jadi, sorry, buat kalian yang marah berlebihan kepada pemerintah sekarang (apalagi kalau kalian oposisi), kalian tolol. :)) Kemana aja suara kalian pas BBM naik menjadi Rp. 6500/liter beberapa tahun lalu? Logikanya adalah, bahan bakar adalah sumber daya terbatas dan selalu menipis stoknya, kalaupun naik ya pasti wajar lah.

Kedua, dengan naiknya harga BBM, otomatis anggaran dana negara bisa dihemat secara efisien dan dialokasikan untuk pembangunan di berbagai sektor. Konsumsi BBM berada di poin prioritas kedua setelah makanan. Pemerintah ya ngga bakal bisa selamanya menetapkan anggaran yang begitu besar hanya untuk subsidi BBM sementara banyak program pembangunan yang harus dijalankan. Ini tuh ibarat kalian pengen tetap makan enak, kesehatan terjamin, duit keluar sedikit tapi sekalian meras orang tua yang tercekik anggaran tetap setiap bulannya. Pengorbanan Rp. 2000 di kita sebenarnya belum seberapa dengan kenaikan yang dialami warga Indonesia timur. Orang timur harga BBMnya bisa bikin mata melotot hati kebakaran jenggot. Tapi bisa kita lihat, they still struggle to extend their living with the fantastic gasoline price. Bagi mereka itu biasa, kita bisa bilang gitu. Tapi harusnya kita bisa berpikir, bukankah egosentris banget kalau kita disini merongrong soal kenaikan BBM sementara tujuan kenaikan tersebut juga untuk membantu mereka disana? Think again!

Ketiga, udah pernah ada yang nonton Brain Games season 2 pas episode “You Decide” ? Disitu dijelaskan soal manusia yang setiap hari dihadapkan oleh pilihan sesimpel apapun. Ketika lo dikasih pilihan mau beli popcorn ukuran besar dengan harga $7 atau yang kecil seharga $3, most of people choose the small one. Kenapa? Karena gap harga yang besar antara dua ukuran tersebut membuat otak kita memutuskan untuk memilih yang kecil, dengan asumsi itu sama-sama popcorn dan cuma  makanan selingan. Not so fancy. Tapi, ketika diberikan distraksi berupa ukuran medium seharga $6,50 orang-orang malah pick the large one. Kenapa pula? Karena saat itu cortex otak manusia (cmiiw) memilah dan membandingkan. Intinya, semakin tipis gap harga satu ukuran dengan lainnya, kita akan memilih yang lebih besar/lebih baik dengan asumsi akan merugi bila milih yang lebih kecil/biasa aja. We were being manipulated by our own brains, congratulations!

So that’s why, in my assumption, pemerintah secara tidak langsung mempersuasi kita agar beralih ke pertamax dan (secara tidak langsung) pula menjaga kualitas mesin dengan memakai bahan bakar dengan kulitas yang lebih baik :).

Gue bukan fanatis Jokowi, bukan groupies kotak-kotak. Bagaimanapun, ketika presiden pilihan gue berhasil memimpin negara, tugas kita sebagai warga negara tetap harus mengawasi. Oposisi bukan soal prinsip, oposisi adalah soal hak dan tanggung jawab warga negara.
Pipis, love, and gaol

Nyoron

Selasa, 11 November 2014

Ih gue bosen

Ih gue gak tau akhir-akhir ini males banget ngepost.
Gue sibuk, tau sibuk gak?
Tiap hari selonjoran sambil ngemilin soal matematika.
Kalo lagi ngaso, ngotak-ngatik soal fisika
Lagi bengong aja mikirin soal universitas.

Kayak otak gue engga istirahat cantik gitu deh.
Terus kalo ada senggang dikit pasti gue was-was. Takut gak belajar, takut ilmunya terbang, takut Cinta Fitri nambah episode lagi, takut CHSI ada helokiti baru, takut besok kiamat. Pokoknya takut deh.

Kelas 3....... bawaannya pengen cepet-cepet UN.
Pengennya cepetan perpisahan sama wisuda.
UN aja belom looo!!

Capek ah. Mau tidur siang dulu

Bhaaaay

Kamis, 02 Oktober 2014

Resah


Aku merasa keresahanku hilang.

Aku menyesap mocha hangat yang terhidang di sisi kanan laptop. Uap hangat menguar dan menyisakan titik-titik embun di pinggir cangkir. Pagi mulai bergerak pergi dan berganti terik.  Layar laptop masih membentangkan layer kosong dengan pointer panda yang terus berkedip, menunggu di otak-atik. Sesekali mataku menatap layar handphone, menunggu satu pesan masuk namun bukan dari bos. Tidak kunjung datang. Aku menghela nafas, meluapkan kedataran yang sedari tadi mengawang-awang.

Aku merasa keresahanku hilang.

Dulu, entah kapan dunia awang itu nyata, aku terbiasa liar. Imajinasi dan emosiku berdebur bagai ombak di lautan lepas menunggu pecah bersurai di pantai. Diriku yang dahulu dengan mudah membangun awan-awan imajinasi yang tidak terbatas dan terombang-ambing mengikuti arusnya. Itu dulu, sebelum terlalu jauh relaita dan tatanan hidup serta moral tahik menyeretku terlalu dalam. Bara api di dadaku kini tinggal menunggu menjadi abu dan meresap di tungku.

“Kamu kan bisa kerja kantoran aja, nak. Kerja asal ada ijazah.”
“Tapi aku mau jadi seniman matang. Lingkungan yang mendukung.”

Dua hari lalu.

“Kamu kalau besar mau jadi apa aja bisa. Dokter, astronot, ilmuwan.”
“Tapi aku nggak suka eksakta.”
“Tapi Hayomi bisa kaya dan punya banyak uang.”

Tujuh belas tahun lalu. Umur tujuh.

Aku merasa keresahanku hilang.

Seniman tidak seharusnya terbawa realita. Kita terbiasa terjaga di alam nirwana. Alam dimana suwung merajalela dan membuat kita lupa. Hal yang tersulit terjadi sekarang adalah, terlalu banyak karbitan. Terlalu banyak hasil “seni” omong kosong yang berasal dari dunia nyata. Seni basi, seperti kata guruku.

Aku sendiri terlalu dini mengklaim diri sebagai seniman sejati. Apalah aku. Aku hanya suka menggambar, titik. Aku suka membuat apa yang tidak terucap tergores melalui pensil, cat, tinta di atas kertas.
Hhhh....

Aku menghela nafas. Mencoba menghimpun keresahan yang harus aku punya. Keresahan akan membawaku gila, lupa dunia, lalu masuk alam maya. Keresahan akan membuat tanganku bergerak maju dan menggores tanpa ampun, bagai seorang samurai yang sedang menghabisi lawannya.

Karena aku butuh keresahan itu. Kekritisan akan hal-hal polos yang sesungguhnya menunggu dimaki, di anjing-anjingkan, dipiaskan. Kekritisan yang aku metaforakan bagai melihat perempuan telanjang tetapi menyimpan sejuta sifat jalang.

Karena sekarang, saat logika menghempaskan dunia fana, sungguh aku merasa kesepian. Aku butuh keresahan itu yang akan membuatku terlihat kesepian tapi teramat gaduh di dalam. Duniaku terlalu ramai untuk kau sesaki dan mengerti.

Mampus kau! Dikoyak-koyak sepi

Sekolah, mocha hangat, dan Chairil Anwar
Jakarta, 30 September 2014

Senin, 03 Maret 2014

The Art of Waiting


Have you ever feel like nothing supposed to be yours?
Have you ever feel like things you wanted so bad fallen on to someone else?
Have you ever feel like this cosmic doesn’t give you a damn for your wish?
Mine? I do.

I often think about circumtances around me. There’s plenty of time whenever things I picked up as my list suddenly worn out and bent to somebody else. I’ve experienced a kind of phase. My friend, she’s so gorgeous, smart *not in sarcastic way*, and wanted. I don’t want seems so arrogant here, but “Why nobody wants me as her does?”.

To blabbering shits here, I want to explain my point of view about her. Yes, she’s smart but just in some subject. She does good at math, physic, and so on. But she’s rather known to be “first class popper” than “mrs. Ocean of knowledge”. Me the number two. I bet you for her acknowledge about who the hell is Abraham Lincoln, she didn’t even get a clue. Is that my analogy straight enough?

Second, she’s gorgeous. She’s a teenage dancer, has a sexy body yet proportional and models look-a-like. Me? I’m not kind of things I mentioned above. I’m short, my body not proportional. But I love mine, and grateful about that. Why must I waste my time asking for what I can’t get since in the first place? Perhaps I don’t have a proportional size, a mezmering style which caught everyone sight but I just love the way I am. But, well to be honest, every man wants a great pieces. Instead of finding what great inside, they find what great outside. I can’t blame them anyway because the way I love men both from their looks and intelligence they had.

Men usually get impressed by looks first. What I can learn from highschool lovers is, they rarely looking for someone which has a great intelligence and enjoy talking nothing in a long term. That’s why I found less interest for man in my age. Their ego and pride insulted if they didn’t get a beautiful woman or so on (eventhough I know rest of them still alive, but who cares?). Brain? Who’s have it?.
Most of highschool man needs an approval. Aprroval of what? Approval of existence of course. Going to hype places, having a brand new devices, and shits they don’t even know what’s for. My logic get insulted by how dumb they live for. Mayhaps, they don’t know what their goals, what their aim for living, and what’s thing they really wanted and how to get it instead begging from their parents. Imagine how sucks it is. (Once again, I talked about majority)

I already seems so arrogant, don’t I? So let’s make it even further.

She’s bitch

But she doesn’t kill my vibe. Someone told me: “In life, you’ll find a phase when you feel waiting is worthed. No need to rush, no need to be worried. What you really wanted will comes to your way. But you acquired to fighting, that’s the rule”

I can’t agree anymore.

My friend whom I mentioned here, wanted by many man. I can’t blame her for having such a good-looking face, rite? The only thing I can compare with her is my knowledge. But back to square one, men usually impressed by looks. *can you hear my sarcastic laugh here?*

She’s wanted by my teacher too. My very-fucking-awesome teacher. Haha *cries of pity*. To be honest, I just like the way my teacher taught us. Nothing more. He’s actually good looking but I knew he already have a girlfriend. And I hold on to rule don’t take somebody’s belonging. But whyyyyyyyyyyyy God whyyyyyyyyy? I felt thrown away when my teacher asked: “Is that M already have a boyfriend?”. How come I should answered that question?

“Oh well, she’s single. But she’s a pathetic bitch whose wanted by many and looking for her prince (which this way meant: PDKT to this and that and pick them as she does grocery shopping, Doesn’t like, then throw away).

No, instead answered with that, I prefer a smooth way of talking

“She’s single. But she’s now having a date with someone”

I need a glass of margarita or cosmopolitan.

Does she mentioned every attention they deliver to her? Yes, she does.
She said she doesn’t want to seems “sok jual mahal” or cocky. BUT CAN YOU PLEASE MAKE A DIFFERENCE BETWEEN BEING COCKY AND BITCHY PUHHLEASE? Isn’t it so bitchy by replying every bbm and messages from whoever adored you? Gah!

Close enough, my haid is in pain and my head remnisince me by Kings of Leon song.



Nyoron

Kamis, 16 Januari 2014

Lovelife gue yang kacau.......

(random)
kalo lo sadar dan ngebaca atau saking gak ada kerjaan ngestalk blog gue, lo pasti sadar transformasi tahun 2013 kemarin gue bisa seneng-putus-termehekmehek-seneng-jadian-galau-putus- trus tau tau bisa jadian lagi dan akhir 2013 galau lg dan awal 2014 seneng lagi. -___- wkwkw gue aja gak ngerti, tapi yaudahlahya. blo blog gue ini. Dan gue rasa, gue gak mau hapus-hapusin post yang berhubungan sama love life gue. Walaupun kesannya Display Affection banget, I just don't want to.

at least, post post itu ngingetin gue kalo gue pernah di atas dan di bawah :)
so, welcome to my sanctuary!

Rabu, 25 Desember 2013

In the end

Merry christmas everybuddy!! This post gonna be some of my short-random post of the day.
Well, gue sekarang lg nginep di cibubur, rumah cici gue. What actually I'm doing here?

I'm trying to escape from reality. That's all explained.
Life recently taught me a lot of thing about "ikhlas"

Ketika gue nerima rapot gue dan ternyata ranking gue turun lagi (ke ranking 17) padahal i spent the rest of this semester studied hard. Gue harus ikhlas dan nrimo kalo ternyata perjuangan gue gak selaras dengan hasil akhir.

Atau ketika pas turnamen kemarin tim gue gagal meraih juara pertama dan harus puas di juara ke dua. Harus ikhlas juga, karena yang berjuang bukan gue seorang, tapi 9orang yang berambisi sama. Namun, semesta memang belum ridha.

Atau ketika gue harus ikhlas menerima kenyataan. Gue harus ikhlas menerima fakta kalau he's not supposed to be mine, at this time.

Gue balik lg ke masa-masa dimana gue harus bangun dan memulainya lagi dari awal. I should move on, again. Akhirnya gue tau alasan retorik kenapa manusia diturunkan di bumi.

Because they're supposed to repeat the same mistake. At this point, the same mistake itu adalah jatuh cinta.

Lo tau, dalam setiap hubungan ada unrevealed tray between yours yang entah bakal misahin kalian berdua atau justru berpisah-untuk-menikah. Dan kalaupun lo berujung pada opsi pertama, you will feel the pain beneath your chest, but in the end lo bakal mengulangi kesalahan yang sama kan ? Fall in love with another guy. That's how life works.

These are some of my direct message on twitter while curhat with my bestie

"I know this way torturing me but I can't find another way to love him but this. Sometimes I wonder why we didn't met at the right time"

"Only if I had a choices. But right now I have nothing. I just have my own believe to lead me into the path i supposed to walk in"

"The way she was so calm when knew the man cheated behind her. I wonder what He introduce me as?"

"I'm afraid men doesn't works that way. He might said that I'm the bitch whose chase over him"

"You know, men always take their dignity over the top"

"The only thing could make me stay is our good irreplaceable memories"

"How bad his attitude towards me, how nyebelin his mood swing, I always remember the time we were a great couple"

Sounds so pathetic right? :')

Seandainya aja, i didn't take your invitation on September 9th. I won't have this feeling inside my heart. I won't feel the emptiness you left between my chest and tummy. The feeling which so torturing and blow up my sanity.

It'll be easier if we just a friend from now and back then. I don't need to deal with your moodswings, I don't need to deal with "rollercoaster" feeling you gave. And I don't have to deal with my current position.

Posisi gue sekarang *please ini bukan doggy style atau 69, get it serious now* is so hard to explain and you wouldn't understand. In the end, pasti semua orang akan nge judge gue. Pasti.









Senin, 09 Desember 2013

Jalan-Jalan Keliling Galaksi

Cerita ini didedikasikan untuk Pidi Baiq, terimakasih untuk membangun semangat saya menulis lagi

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1

Ketika aku nulis ini, baru aja selesai mandi. Sebenarnya udah ngantuk, tapi berhubung abis nyeduh kopi, mau gimana lagi? Jadilah tulisan ngawur dini hari. Omong-omong, Aku lagi nunggu seseorang mengirim pesannya. Biar kenapa? Ya, biar ada pesan masuk ke inbox, atuh. Orang yang aku tunggu sekarang pasti sedang bernafas dan bergerak. Ya! Dia manusia, dan sedang berada di Istora. Itu loh, gedung yang ada di kompleks GBK. Gedung yang ada jendela dan penjaja makanan serta calo tiket.

Seharian ini aku habis bersenang-senang dan kalau lagi senang aku tidak merasa sedih. Untung sedih dan senang tidak dalam satu paket hemat, bisa repot!

Aku mengikuti lomba membuat poster bersama Indah. Indah mempunyai hidung beserta bulunya, mata dan kelopak mata juga rambutnya yang liar. Bingung kan? Indah ini sebenarnya saudari kembarku, ketika jadi janin kami membelah diri seperti amoeba lalu dia migrasi ke Rahim ibu nya sekarang. Kalau gak percaya datang aja ke dokter dan tanya kenapa tetanus itu berbahaya, pasti dijawab. Kita satu tim dan berangkat bersama dari sekolah setelah aku ngaret.

Di jalan, presisi gigi motor gak pernah kurang dari empat. Sampai di Museum Joang 45, kita gak bisa parkir. Satpam bilang, daftar ulang di Museum M.H. Thamrin. Jadi, berangkatlah kita melanglang buana. Singkat cerita, kita bertukar posisi penumpang-pengemudi dan tersasar kesana-kemari mencari Jl. Kenari II dimana museum berlokasi. Setelah nyasar dari Raden Saleh sampai Senen dan Salemba, sampailah kami. Eh, ternyata daftar ulangnya di Museum Joang 45 nya. Capcay deh....

2

Selesai lomba, kita beringsut ke Taman Ismail Marzuki buat nonton di Planetarium. Yah, gak jadi nonton karena kita bukan anak SD dan gak ada rombongan. Eh, bentar aku mau ganti lagu. Nah, sudah.

Trus si Indah nanya, “kemana nih?”

“Ke gramed aja yuk,” aku melajukan motor dengan kecepatan sedang mengarah Salemba lalu berputar balik di Slamet Riyadi.

Di Gramed, kami baca buku gratis. Iya, kurang modal nih. Aku baca buku Phantom of Opera, Drunken Monster, dan kajian tentang nikah muda. Selesai baca buku, kami beranjak ke lantai bawah untuk liat-liat tas, peralatan hiking, sepatu dan alat musik. Aku tertarik buat beli sepatu lari itu. Mungkin bulan depan.

Pulang dari Gramed, gantian Indah yang nyetir. Patungan dulu bayar parkir di ticket box, kalau gak bayar gak bisa lewat. Awas palang galak, gitu tulisannya.

“Berapa, Mbak?” Aku mengeluarkan tiket dan selembar lima ribuan.

“Empat ribu,” balas Mbak nya sambil menekan tombol pembuka portal.

Aku menyodorkan duit lalu berteriak, “EH JANGAN!”

Indah kaget dan ngerem mendadak. Dia bertanya kenapa.

“Duitku kembali seribu!”

Terus kami tertawa bersama. Silit memang.

3

Perjalanan kami teruskan. Kami melintasi Bimasakti, melawan Mayasari Bakti, menapaki Venus lalu berjalan jalan di Pluto, oya gak lupa transit dulu di Kampung Sumur.

“Mau kemana?” tanya Indah.

“Ke Mars!”

“Ngapain?” rambutnya berkibar ditiup angina, tidak! jangan bayangkan yang dramatis dulu.

“Ngebuktiin kalo orang Indonesia itu gak butuh oksigen, khususnya di Jakarta,” aku berujar sambil menahan niatan untuk ambil gunting di tas dan ngebabat rambut Indah yang dari tadi menampar nampar muka ku.

“Maksudnya?” Indah menekan tuas rem agak kencang sehingga kami terperosot ke depan, jok sial!.

“Kita kan tiap hari ngehirup gas non oksidasi. Asap rokok dan, mayasari bakti, dan metromini. Kita itu kuat kok di luar angkasa,” aku membetulkan posisi duduk.

Gigi mundur ke posisi 2 dan mulai melaju kembali.

“Oke, kita ke Mars!”

Motor berpacu ke arah Klender. Klender itu pangkalan udara untuk naik Apollo 11 ke bulan.

Dalam perjalanan ke Mars, mama Indah telepon. Aku disuruh jawab. Indah masih nyetir.
“Halo Indah, Indah dimana sekarang?”

“Kita baru take off, Tante” jawabku kalem.

“Kemana?”

Aku membungkuk dan bertanya, “tadi kita mau kemana?”

“Ke Mars”.

“Ke Mars, Tante. Sekarang udah lepas landas, uda sampai di tugalan (SMP 139)”.

Di seberang sana terdengar mama Indah sedang melapor pada papa Indah dan tertawa.
“Oh yaudah”.

“Emang Tante lagi dimana?”

“Lagi di jalan pulang abis dari rumah Om Indah”

“Yah, kirain di rumah”

“Kenapa? Pasti mau minta traktir Mie Bangka depan Nuris ya?” Mama Indah tertawa. Jleb!

“Hehehe bisa aja. Lapor, tante. Barusan kita abis transit di Andromeda cepe tiga. Sekarang udah sampai Mars dengan selamat, eh mau makan dulu di Neptunuris,” mengalihkan perhatian itu penting.

“Yaudah, udah dulu ya!”

KLIK. Telpon di tutup.

“Semoga emak gue ngira gue masi waras,” Indah mencibir.

4

      Sampai di Nuris, kami makan Mie Bangka pangsit dan es the manis. Sedap! Lanjut ngobrol panjang lebar bervolume soal film dan sekolah. Setelah bayar dan parkir, kami pulang ke Mars.

        Di Mars, aku masuk ke kamar Indah. Kamarnya masih sama sejak setahun lalu pertama kali aku kesini. Seperti habis perang bintang. Ranjang atas bertebaran buku, losion anti nyamuk, chargeran, jangka, boneka hasil prakarya dan lain sebagainya. Ranjang bawah berisi selimut, sayap kecoa, bantal, buku matematika dan buku gambar. Aku melihat rak diatas tivi dan langsung naik ke ranjang.

“Mau ngapain?” tanya Indah.

“Bikin prakarya,” aku menjawab sambil melongsorkan semua buku ke lantai.

BRUK BRUK BRUK.

“EEEEEH MAU NGAPAIN?!”

“Beresin kamar lo,” Aku menatap Indah kalem sambil melihat-lihat koleksi buku nya, Pelecehan Seksual dan Kekerasan di Zaman Kolonial. Boleh juga seleranya.

“Oh, yaudah sekalian aja cari HP gue”.

“Bisa diatur”.

        Selama setengah jam aku dan Indah menyortir buku-buku, kertas, kaleng, dan segala macam saksi bisu perang bintang di kamar ini.

“Eh, ada duit ceban,” ujarku saat membereskan rak.

“Simpen aja, buat ongkos besok nonton Catching Fire,” Indah meraih celengannya yang bukan celengan. Celengan itu adalah kaleng tango yang beralih fungsi.


Selesai dengan sortir menyortir buku.



Bersambung.....

Senin, 27 Mei 2013

If Heart Broke, Should We Carry On?

Haloooo.
Siapa yang setuju kalo bulan Mei ini bulan yang kelabu dan banyak cobaan nya? :'D
Kalo setuju berarti senasib sama gue. hahaha
Bulan Mei ini berjalan gak semulus paha Mayuyu seperti dugaan gue. Banyak kejadian yg bikin nyesek bulan ini.

Dan yang paling penting diantara semua kejadian itu, yang berhubungan sama hati.

Cinta, kata orang.

Bulan Mei dibilang bulan paling makan hati dan nguji ketabahan kali ya? Everything began early on May.
Mari gue kenalin dulu sama cowok yang paling gue sayang dan paling nyakitin gue. Namanya Ooz. Aslinya Fauziansah. Udah dua tahun ini gue jadian sama dia. Terhitung sejak 16 Juni 2011 pas gue SMP.

Banyak kejadian yg udah gue alamin dua tahun ini sama dia. Dari putus-nyambung, susah sedih bareng, ketawa-tawa, marah, ngambek, dsb. Bisa dibilang rasa sayang gue ke dia udah cukup dalem. Dan kalo ditanya berapa persen dia ambil bagian ngisi hati gue? 80%

80% itu cukup banyak buat bikin lu nangis.
80% itu cukup banyak buat bikin hati lu kayak kosong.
80% itu cukup banyak buat bikin lu hilang arah.

Di akhir April gue sempet berantem sama dia. Dia bilang gabakal bisa balikan lg sama gue. Ternyata di awal Mei gue bisa balikan sama dia dengan cara sederhana, dia minta ketemu gue di kos bang Fahmi buat balikin bajunya yg ketinggalan di gue. Gue kesana trus gue mijitin dia karena gak ada kerjaan. Jangan dipikir pijit plus plus ye -__- gue cuma mijitin kepala sama pundaknya. Dia ngeliatin gue. dan Yaudah gue sama dia balikan pulag dr kost bang Fahmi. simpel. Tapi sejak saat itu gue bertekad gamau putus nyambung lagi sama dia. Hal sederhana yang bisa bikin perubahan besar

Semuanya setelah balikan berjalan mulus di awal Mei. udah gak ada lagi pertengkaran gak guna dan cekcok segala macem. Intinya, i've found my old sweet happiness.

Tapi semuanya gak bertahan lama. Sekitar tanggal 10 Mei, Oz misscall gue dan sms minta putus.
Gue cm anggep itu becandaan aja. Dia emang suka becandain gue dengan bilang putus dan bikin gue ngambek panik bingung dsb sampe gue nangis karena tlp gue gak diangkat angkat.

Ternyata kali ini dia serius. Dia mutusin gue secara baik-baik. Gak kayak biasanya. Gue serasa di tohok. Gue lebih baik putus secara kasar biar ada kesempatan balikan, a chance of. Ini ternyata putus secara baik-baik dan halus. Bodohnya, gue iyain. Gue rasa dia perlu waktu buat sendiri dulu.

Seminggu setelah putus, gue udah gak tahan. Gue beraniin diri buat nelpon dia selepas kerja. Tanggepannya dingin.

FYI, setelah putus, pasti ada pihak yang bilang "kamu jangan berubah ya"

Bullshit. Omong kosong.

Pasti ada yang berubah dr sikap orang yg dulu kita kenal.
Dan gue selalu belum siap buat ngehadapin tipe begini

Gue belum siap bikin semua kejadian dua tahun sama dia jadi sekedar "kenangan".

Akhirnya gue minta balikan berkali-kali. Masi kekeuh dia untuk gak balikan. Gue usaha terus sepanjang pertengahan Mei sampai kemaren malem.

Selama proses usaha balikan itu, gue selalu mencoba merubah sifat jelek gue dulu yang suka marahin dia, suka ngambek gak jelas, maksa dsb. Gue RUBAH SEMUANYA demi dia, orang yang gue sayang. Gue ubah prioritas gue selama periode ini.

Dan perasaan gabisa diboongin.

Gue masih sayang sama dia.
Masih ada rasa kayak dua tahun lalu ketemu dia.
Masih.

Gue rela nunggu dia sampe kapan pun. Sampe akhirnya nanti dia bkal balik ke gue. di saat semuanya lebih baik.

H-7 Ennichisai gue sepik ke rumah dia buat minjem komik. Pas minjem komik gue sama dia hening. Gak ada yang berani mulai pembicaraan sampe akhirnya dia kayak ngasih "treatment" ke gue. Gue senennnnnnng bgt. Gue udah harep dia bakal mau balikan sama gue lg.

Sampe akhirnya H-1 Ennichisai 2013, Jumat 24 Mei gue harus siap2 buat cosplay disana. Di tengah-tengah stressnya gue abis dari Mangga Dua belanja perlengkapan besok, gue mau ngasih dia bekel gue. Udah lama banget gue gak bawain dia nasi goreng abal gue. Tapi, hari itu gue bikin nasi goreng dengan bener. Seengaknya dengan takaran bumbu lebih pas. Sampe disana, dia tidur dan gamau ke bbawah karena capek. Gue maklum aja dan abis titip bekel, gue langsung pulang ke rumah. padahal gue ngeharepin dia seengaknya turun buat sekedar liat diaa.

Pulang dr rumahnya, gue langsung telepon dia nanyain bekel. Tanggepan dia masih baik bgt. Mulai lunak, mulai nunjukin tanda tanda positif bisa balikan. Ternyata engga.

Sabtu, 25 Mei saatnya Ennichisai day 1.

Gue nelpon dia dan sms nanya dia di Ennichisai apa gak. Dia selalu bales sms gue "kepo deh" , " hahah" yang bikin gue berpikiran kalo dia ada di Ennichisai dan gak mau ketemu gue.

Gue ada janji cosu bareng sama Lhala sbg Tokyo Mew Mew dan gue ampe stres sendiri nyari Oz. Gue muterin semua stand Ennichisai 2013 yang isinya lautan manusia cm buat ketemu 1 orang.

Gue tanya sana-sini semua temen dia. Ternyata emang dia gak dateng kesini. Usaha gue sia sia. Tp gue gak merasa nyesel. Malemnya sifat dia lunak lg ke gue. Gue sms bales. padahal seharian di Ennichisai dia kayak gak mau gue ganggu gitu.

Daaaaan Day 2 Ennichisai, gue udah yakin PASTI dia hari ini dateng. FYI, karena ini hari terakhir, Ennichisai udah kayak kaleng sarden raksasa. Empet engap panas banget. Gue udah nyari Oz dari siang, sms dia bolak-balik. Ternyata emang dia dateng sore jam 5 an. Sekali lagi usaha pencarian gak guna :')

Nyesel? Gak. Gue gak nyesel sama sekali.

Gue udah pasrah terserah dia mau ketemu gue apa gak. AKHIRNYAAAAAAAA..... Jam 5 lewat dia sms gue (ama Fahmi jg sih) nanyain pada dimana. Gue udah semangat banget. gue bilang kita lg di rooftop mal blok M Square lg mau bikin film ama Codot, Agus, Candra. Dia bilang males naik ke atas. Penuh, males.

Yaudah gue inisiatif turun dan nemuin dia. GUE HARUS BERJUANG NYARI DIA YANG GAK NGASIH TAU DENGAN JELAS POSISI NYA DIMANA diantara 5000 pengunjung Ennichisai sore itu. Gue udah bengek, mau nangis, sesek nafas gak nemu nemu dia. Akhirnya setelah 2x muterin Ennichisai, dia bilang mau ketemu di pintu Berlian 2. Gue lari dari panggung ke Berlian 2 dan NEMBUS 1000 orang buat sampe sana. Gue capek, mau nangis. Tapi gue tahan. Demi ketemu dia. Demi perbaikin semuanya HARI INI.

Sampe di pintu Berlian 2 dia gak ada, gue kira dia udah sampe. Gue harus nunggu dia dan ternyata dia di Pintu Berlian 3. Oke, gak terlalu jauh. Akhirnya gue kesana. Sampe sana gue nyender ke dia. dan tau tau ada cewek agi berdiri depan dia. Dia make jaket ada bordir nama. Yui_Chi.

Gue langsung konek dan tau itu siapa. Yui Chi itu temen baik si Oz dari Solo. Yui sellau nemenin Oz waktu gue belom jadian ama dia, selalu baik, tipikal cewek perfect dan sabar lah. Hati gue nyesek. Kayak tertohok, sekali lg.

Yui Chi kenalan sama gue dan gue cm tahan diri buat gak nangis. Gue gemeretakin gigi gue supaya gak sesenggukan. Gue ngekorin mereka naik ke lantai 3A entah buat cari apa. Selama di eskalator, gue cm jd ekor mereka. Mereka selalu di tangga yang sama dan gue di tangga bawahnya. Gue sediiiiiiiiiiiiiiiiih banget.

Akhirnya gue bilang gue mau pisah sama mereka karena udah gak kuat. Oz bakan gak ngejar gue atau minta maaf. Dia terus jalan sama Yui.

Balik ke rooftop gue udah gakuat lg. Gue nangis sesenggukan sampe jatoh. Gue nangis sekenceng kencengnya. Sampe akhirnya gue pingsan kecapean setelah nyari dia+gak makan+ngadepin kenyataan.

Fahmi minta Oz naik keatas buat nemuin gue. Ternyata dia gak mau. Semakin remuk hati gue.

Sisa malem itu rusak banget. Gue serasa lemes, gapunya semangat hidup, gue serasa dirampok 80% sumber kebahagiaan gue.

Sampe pagi initiap gue inget kejadian semalem gue pasti mau nangis.

Gue gak siap dari awal liat dia sama cewek lain.

Akhirnya sampe rumah gue harus make topeng gue lagi. Gue harus bersikap seolah-olah semuanya BAIK BAIK AJA. padahal engga. Sampe di rumah jam 10 gue coba telepon dia.

Gue jelasin SEMUA perasaan gue ke dia selama 2 tahun ini. Gue terima kasih, minta maaf dsb. Bagi gue, gak akan pernah ada penyesalan dua tahun ini gue sama dia. Gue juga baru inget buat apa gue cemburu sama Yui Chi sedangkan kata Oz sendiri dia udah punya cowok? Ya, gue baru sadar sampe rumah kalo Oz pernah bilang Yui Chi udah punya cowok. Dan mereka sebatas temen lama yang deket banget.

Semaleman itu selama setengah jam gue jelasin semua perasaan gue ke dia. Berharap dia ngerti. Ternyata dia gak dengerin gue. Dia sibuk sama ironMan 3 nya. Gue sakit hati. Bahkan sampe saat itu dia masih gak ngehargain usaha gue untuk ngedengeriin sebentar aja.

Gue sulit buat ikhlasin Oz. Tapi gue juga harus dan mau gak mau nerima kenyataan.

Gue masi sayang sama dia..
Gue masi cinta sama dia.

Dan sekarang ada 80% ruang kosong di hati gue abis remuk, diinjek, dibakar, dipotong.

Sekarang, saatnya gue ngasih dia waktu sendiri. Mungkin dia emang butuh waktu buat sendiri, gak diganggu orang macem gue.

Dia bilang dia cuma sekedar mau jd temen gue aja. Dia gak bakal berubah.
Gue gak percaya, pasti dia bakal berubah nanti. Dia bakal adi orang yang gue gak kenal.

Gue gak siap ngeliat dia sama cewe lain. Gue gak siap ngeliat perubahan dia.

Tapi kalo gue menjauh/jaga jarak sama dia/ lupain dia, gue takut dia jadian sama cewek lain. Jujur? jelas itu perasaan paling jujur selama gue jadian sama dia.

Tapi kalo gue terus ganggu dia, dia pasti malah sebel sama gue. Pasti dia bakal makin menjauh sama gue.

Mungkin gue lebih baik jd stalker, tetep jd orang yang mencintai dia tapi menyerah buat dapetin dia.

Tapi gue gak akan menyerah sepenuhnya, gue berharap ada waktunya titik balik buat gue dan dia bisa balikan.

Dan gue yakin saat itu yang terbaik dimana gue dan dia sama sama bisa saling nerima lagi.

Gak akan pernah ada menyerah dari gue buat dia, orang yang udah ngisi 80% kebahagiaan gue. Gue masih mau berharap dan berjuang meskipun dia bilang percuma, gak guna, gabisa balikan dan sebagainya.

Tapi ya, usaha gue kali ini lebih kayak usaha diam-diam. Gue berdoa supaya emang gue bisa balikan sama dia.
Bcs, I've never felt this way before. Feel a love that too much so enough to kill me.

Yang terbaik skearang cuma diam nunggu waktu yang tepat.






Regards,



Nyoron

Senin, 23 Januari 2012

Gong Xi Fa Cai (^w^)/

Hey People!
Happy Chinese New Year!!!
Gong xi fa cai ni xian kuai le wan se ru yi :))

how about this long weekend?
For me, it's about angpao heheheh~
Crazy long weekend
I got enough with my angpao. Thx for my family and my siblings :D

Umm anyway just gotta heard a bad news today. Yesterday, 22nd January 2012 there was an accident at Tugu Tani Street near from Monas.
The terribly accident.

Kalo yang gue baca ama liat di video sih, katanya yang nabrak itu cewek usia 29 Tahun. DIa abis pesta shabu makanya mabok gitu dan ngendarain kendaraan over 100km/hours gitu. Anjir gila abis -____-)
Karena hilang kendali, akhirnya dia nabrak ke sisi kiri bahu jalan dan kena pejalan kaki yang jalan di trotoar.
Most of the victims are teenagers who was in a way to home after playing futsal in Monas.
9 Orang tewas di tempat, 2 Luka luka, 1 kritis. Yang panling miris di video nya gue liat satu anak itu (bocah) sekarat gitu. mulutnya udah mangap mangap.

Dan cewek yang ootaknya kayak udang itu cuma bisa diem dan masi dibawah pengaruh drugs.

Well, semoga hal ini bisa jadi pembelajaran penting buat kita guys. Terutama remaja. Kalo urusan udah begini kan repot?

tersangka

hasil main GTA

sorry for the video contains disturbing picture.




Oke deh, have a nice started week today!